Cinta palsu merupakan cinta tingkatan yang terendah ,Cinta semu adalah tingkatan tengah-tengah. Dan Cinta hakiki merupakan cinta tingkat tinggi. Cinta yang harus dimiliki oleh kaum mislimin adalah cinta yang hakiki.
Memang, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Namun siapapun dapat mencapainya syaratnya, mau dan sungguh-sunngguh beserta terus berupaya meraihnya
Berdasarkan komponen cinta ada empat langkah yang secara simultran harus dilakukan,Keempat langkah itu adalah:
1. Dasarnya adalah aqidah dan syariat
Di dalam Al-Quran Allah Rabbul ‘Alamin menjelaskan yang artinya:
Katakanlah:”Jika kamu(benar-benar)mencintai Allah,ikutilah aku,niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”Allah maha pengampun lagi maha penyayang .Katakanlah :”Ta’atilah Allah dan Rasulnya,jika kamu berpaling,maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.TQS.Ali’Imran [3]:31.
Ibnu katsir menyatakan ayat mulia ini mengahakimi orang-orang yang mengaku mencintai Allah SWT tetapi tidak berada di jalan Muhammmad maka pengakuannya tersebut dusta hingga ia mengikuti syariat yang dibawa Muhammad dan agama (din ) yang dibawa beliau dalam semua perbuatan dan perkataannya sebagaimana sabda nabi,” barang siapa berbuat suatu perbuatan yang tidak berasal dari urusan (agama)kami maka hal itu ditolak.
Meraih cinta yang hakiki sekali lagi, jadikan syariat Islam sebagai pijakan dalam berbuat.
2. Tetapkan mahbub yang benar
Konsekuensi dari penetapan syariat Islam sebagai dasar adalah hanya mencintai sesuatu yang dibenarkan oleh syariat. Mencintai apapun yang dilarang oleh syariat berarti telah melanggar prinsip menjadikan syariat sebagai dasar.
Setiap cinta akan dipertautkan maka perlu dilihat apakah Al-Quran dan As-Sunnah membolehkannya. Bila ya,teruskan.Bila tidak,janganlah menorehkan cinta apa yang diharamkan oleh Allah SWT, ia akan mencintai Allah dan Rasul-Nya, ketakwaan dan orang yang bertakwa, kebajikan dan perilakunya, sabar dan penyabar, ketawakalan dan petawakalan, keadilan dan penegak keadilan, kesucian dan pelaku menyucikan diri, dan perjuangan dan pejuang islam yang kokoh membentuk satu bangunan. Sebaliknya,ia tidak menaruh cintanya pada setan sebagai musuh nyata,kekafiran dan kaum kafir, penghianatan dan penghianat, kezhaliman dan tukang Zhalim, kemaksiatan dan tukang maksiat, serta kemunafikan dan munafik.
3.Sikap Jiwa
Cinta hakiki bukan sekedar tampak secara lahiriah melainkan lahir dari kedalaman sikap jiwa, dibuktikan dalam sikap zhahir.Tentu,yang mengetahui isi hati kita adalah Allah SWT dan kita sendiri. Orang lain tidak dapat mengetahuinya, inilah justru yang menunjukkan apakah cinta yang kita berikan itu sejati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar